Sunday, December 15, 2013

What The Fuck Is Megalomania PART 3



Selamat siang sobat blogger...

Masih dengan topik bahasan yang sama dengan postingan sebelumnya yaitu tentang megalomania. Ya, tentu saja aku masih penasaran dengan si megalomania ini karna ini berhubungan dengan diriku juga. Barusan aku baca disebuah website Kompasiana yang mengatakan megalomania adalah salah satu bentuk gangguan jiwa. Woww, sedangkan diblog sebelumnya penulisnya mengatakan menurutnya megalomania adalah bukan gangguan jiwa melainkan bentuk karakter seseorang. Wah jadi bingung yang benar yang mana nih? Karakter atau gangguan jiwa? Berikut pernyataannya ; Dalam ilmu kedokteran jiwa (bisa lihat Narcissistic and Borderline Personality Disorder dalam DSM IV), megalomania adalah salah satu gejala gangguan jiwa yang ditandai dengan fantasi hebat atau perilaku gaya hebat (tetapi realita tidak benar), ingin dipuja, dan si penyandang mengalami gangguan empati. Biasanya ditandai dengan berfantasi bahwa dirinya sudah sukses tanpa bisa melihat batas dan realita, kuat, hebat, pandai luar biasa ( selalu menggoblok-goblokkan orang lain), merasa cantik, atau paling ideal. Ia merasa dirinya seseorang yang unik, yang dikagumi orang-orang, dan selalu menginginkan mempunyai level setingkat dengan orang-orang yang sudah sukses.

Bila diajak diskusi, maka diskusi akan memasuki jalur yang tidak jelas, rumit, karena si penyandang sudah mengalami disorientasi pemikiran. Disorientasi pemikiran sering juga disebut sebagai confusion (kebingungan pemikiran) tidak jelas dimana ujung dimana pangkal, bahkan seringkali tidak menyambung dengan lawan bicara. Logikanya sulit dipahami oleh orang lain karena ia mempunyai paham yang rasanya benar namun realita tidak benar. Terjadilah konflik yang panas dengan orang-orang sekitarnya.

Nah, kemaren juga aku sempat bertanya bagaimana megalomania bisa muncul kedalam diri seseorang, faktor apa yang membuat orang bisa menjadi megalomania? Masih mengutip dari Kompasiana tersebut mengatakan,  gangguan jiwa semacam ini bisa muncul sejak kecil yang merupakan gangguan yang diakibatkan oleh memang adanya masalah dalam perkembangan neurologisnya (neurodevelopmental disorder) atau diakibatkan oleh lingkungannya. Atau dapat juga disebabkan oleh lingkungannya yang mengajarkan mengembangkan idiologi secara ekstrim, atau mengembangkan kepercayaan secara ekstrim. Misalnya saja mereka yang mengikuti program motivasi, mengikuti progam human potential atau extraordinary potential, meningkatkan awarness atau consciousness, dimana di dalamnya diberi doktrin-doktrin ekstrim atau motivasi secara ekstrim, yang menyebabkan dirinya terbius. Rasionalitas hilang.

Masalah lain yang timbul sebagai dampak ajaran dengan doktrin ekstrim maupun motivasi ekstrim, adalah ia tak lagi mampu belajar mengenal inti suatu masalah, dan pelajaran dasar kehidupan bersosialisasi. Intuisi bersosiaslisasi ini menjadi terkoyak, yang berakibat ia lebih banyak mengasingkan diri dan berfantasi hebat diluar kewajaran. Padahal pelatihan-pelatihan motivasi (yang ekstrim) sudah menggurita di semua belahan dunia.

( Kompasiana )

 Hmmm begitu ya ternyata, tapi ya memang sih beberapa tahun lalu aku sering ikut program - program mitivasi kayak gitu baik dari yang didalam kampus maupun yang dari luar kampus. Kalau yang dari luar kampus aku bisanya ikut dari seminar - seminar Tianshi (MLM / Multilevel Marketing) dan memang itu motivasinya keras sekali sampe kealam bawah sadar (hehe ngomong apa sih?), tapi bener sih buktinya mereka banyak menyarankan untuk baca - baca buku kayak The Secret, The Law Of Atrraction, Quantum Ikhlas dan masih banyak buku - buku lainnya yang berhubungan dengan untuk mempengaruhi pikirin alam bawah sadar. Selanjutnya juga disarankan untuk mendengar CD atau kaset - kaset motivasi dari leader - leader Tianshinya. Ya boleh dibilang semacam didoktrin gitu lah (hehe kenapa baru nyadar sekarang ya?). 

Okay balik lagi ke soal megalomania tadi, apakah benar megalomania itu adalah gangguan jiwa?

Kita harus paham dulu apa itu arti gangguan jiwa. Apa itu gangguan jiwa? Gangguan jiwa adalah keadaan disaat seseorang tidak dalam kondisi normal dan rentan terhadap kelainan perilaku seperti menangis tiada henti, tertawa sepanjang hari, menari disegala kondisi, menyanyi tanpa peduli situasi dan masih banyak contoh lainnya. Menurut website yang aku baca megalomania itu termasuk kedalam gangguan jiwa yang ringan yang bisa dikelompokkan dengan paranoid yaitu mudah curiga dengan orang lain, kleptomania yaitu hobi mencuri barang - barang, pedofilia yaitu kelainan seksual terhadap anak - anak dan megalomania yang jika berbicara selalu merasa jadi orang yang paling hebat, JRENG...JRENG....JRENG...

Dan gangguan jiwa yang berat adalah schizophrenia atau bahasa 'gaul'nya adalah GILA / CRAZY, you know? Haha :D

Wah...wah...ternyata saya sudah masuk ke taraf gangguan jiwa yah?

I'm not a normal person :(


 








2 comments:

  1. woah kompleks sekali ya, dari sini kau juga makin bertanya" apa dalam diriku ini tertanam dan mulai tumbuh megalomania ya?
    karena aku sudah mulai berusaha membiasakn diri menyukai aktivitas membaca buku, aku jg suka dan tertarik membaca buku" pengembangan diri dr kreativitas, skill, dan pemikiran dan motivasi. nah utk buku" motivasi ini aku lebih suka yg dikemas kreatif. nah yg mana isi materi'nya ini sring memotivasi bahwa orang yang membaca buku tsb, bkn krn kebetulan tp krn unik dan punya kelebihan!
    dan dgn bgtu aku j merasa bahwa aku ini memang punya potensi besar, hehe apa krn ini kita dituntun utk jd bagian dr megalomania itu apa bagmn ya kak?
    soalnya dlm buku atw pendapat dr motivator itu sring kan uth, menjelakan bahwa jika kita ingin sukses / ingin melakukan sesuatu demi sbuah kesuksesa jgn pedulikan pendapat orang, lakukan saja selama dalam jalur yg baik!

    oh iya, aku juga dulu pernah banyak baca-baca artikel tentang schizophrenia kak, sampe aku copy filenya ke word utk dibaca" dilaptop. hehe aku penasaran dgn hal-hal kejiwaan juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu harus tahu dulu ciri - cirinya seperti apa.
      Untuk ciri - cirinya itu ada di PART 1, kamu bisa baca disitu.
      Kalau cuman salah 1 atau salah 2 gak bisa disebut megalomania kayaknya. Sedangkan aku dari semua ciri - cirinya ada disitu, dan orang tuaku juga mengiyakan dari semua ciri - ciri itu ada di diriku.
      Kalau cuman sekadar kamu merasa punya potensi besar itu sih wajar ya kayaknya bukan termasuk megalomania hehe makanya baca part yang 1, terus ada lanjutannya di Part 2.


      Delete

AWAL MUA GUE SUKA BIGBANG

Selamat siang gaeees selamat berhari minggu. Udah 1 bulan gue gak update kayaknya belum istiqomah sama niat nih wakakakak sebentar muncul s...