Sunday, December 15, 2013

What The Fuck Is Megalomania PART 2

 

Hey megalomaniac
You’re no Jesus
Yeah, you’re no f**king Elvis
Wash your hands clean of yourself baby
Maniac, step down, step down

Lirik lagu “Megalomaniac” dari Incubus, sebuah band rock asal Amerika, pernah menjadi hits di radio-radio di Indonesia beberapa tahun lalu. Tapi arti dari megalomaniac atau bahasa Indonesianya megalomania itu belum banyak yang tahu. Beberapa orang mungkin sudah akrab dengan kata Megalomania ini. Okay dipostingan sebelumnya aku udah bahas apa itu megalomania dan ciri - ciri megalomania. Apa itu Megalomania? Megalomania bukan sebuah kelompok penggemar film kartun Magaloman, yang menampilkan tokoh utama sang pahlawan berambut api. Megalomania adalah bentuk obsesi berlebihan terhadap dirinya sendiri karena menganggap dirinya paling besar, hebat, dan berkuasa. Mengutip dari salah satu blog yang aku baca dia mengatakan bahwa megalomania ini menurutnya bukan penyakit jiwa, tapi sudah menjadi karakter seseorang, yang kita kenal dengan orang 'yang sombong'. Dia akan tinggi hatinya dengan apa yang sudah dia miliki dan (mungkin) dengan anggapan berstandar tinggi. Tapi untuk orang - orang yg idealis, biasanya karena standar yang tinggi mereka itulah yang susah dimengerti oleh orang awam. http://jaribicara.blogspot.com/2012/07/megalomania.html . Nah aku makin penasaran aja dengan si megalomania ini, apakah ini benar - benar karakterku? Kalau memang ini adalah karakterku ya ampun betapa sombongnya aku jadi orang ya :( Sebenarnya bukan keinginanku juga sih untuk jadi seperti itu, aku juga capek kok. Memang awalnya tidak merasakan dampak apa - apa tapi setelah itu aku jadi capek sendiri dan selalu gak enak hati sama hal sekecil apapun dan selalu jadi pikiran. Dan misalnya kalau aku salah, aku selalu mikir salahku apa, salahku dimana, kok bisa salah, kenapa aku salah dan ITU MALU BANGET. Aku berusaha untuk menjadi yang paling terbaik dan yang paling sempurna. Perfectionist? Hmmm, tidak juga. Aku merasa aku adalah orang yang pesimis dan gak optimis tapi aku selalu ingin melakukan sesuatu hal meskipun gak sempurna tapi harus terlihat baik dimata orang lain. Itu pefectionist bukan sih? Kalau perfectionist kan harus melakukan sesuatu dengan sempurna, tapi ya balik lagi keatas aku gak terlalu berharap melakukan apapun dengan sempurna cuma hanya ingin terlihat baik dan ingin dipandang. Nah, menurut si pemilik blog tadi juga mengatakan rata - rata Megalomania ini menganggap diri mereka lah yang benar, susah menerima kritik meskipun itu membangun. Pelengkap kata sederhananya adalah: orang yang penuh kesombongan.OH NO! Benar - benar memang gak ada niatan untuk jadi orang sombong, apa sih yang mau disombongin sebenarnya tapi ini memang udah bawaan karakter :( Kalau boleh aku memilih aku juga gak mau terlahir menjadi seorang megalomania. Apa megalomania ini adalah bentukan karakter dari orangtua dan lingkungan sekitar ya? Okay sepertinya aku harus belajar lebih banyak lagi tentang ini. Waktu kuliah pernah diajarkan materi ini sih, tapi gak secara mendetail hanya yang umum - umum saja.

MEGALOMANIA IN HISTORY….

1.Adolf Hilter



Banyak ahli yang menyimpulkan bahwa seorang Adolf Hilter adalah salah satu penderita Megalomania. Menjadi pemimpin militer di Jerman sama sekali gak memuaskan dirinya, dan pada akhirnya Hilter berambisi untuk menaklukkan seluruh dunia. Dan ia mencoba untuk mewujudkan ambisinya ini dengan menjadikan Jerman sebagai Lord Of The Earth. Utuk mencapai kejayaannya, Hilter yang pada saat itu menjadi pemimpin Jerman, membunuh hampir 20 juta orang. Bahkan dia gak segan-segan untuk merusak dan menghabisi apa saja dan siapa saja yang berani menentang pendapatnya.

2.Hugo Chavez



Presiden Venezuela ini diduga sebagai seorang penderita Megalomania. Beliau diberitakan sangat gila dengan kekuasaan. Cita-citanya adalah menjadi presiden seumur hidup, dan cita-cita tersebut digagalkan karena undang-undang di Venezuela tidak memperbolehkan seorang presiden menjabat lebih dari dua kali. Cita-cita lain dari Chaves yang menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang Megalomania adalah keinginnannya untuk mengontrol Bank Sentral, menguasai pers, dan menguasai rakyat yang saat ini menolaknya mentah-mentah.

Kayaknya segitu aja dulu postingan tentang megalomania part 2 ini, aku akan mencari tahu lagi faktor - faktor penyebab megalomania dan bagaimana bisa terbentuk megalomania ini apakah  dari pembentukan karakter kita sejak kecil atau seperti kata Bapak Psikologi Sigmund Freud berpendapat bahwa akar dari Megalomania adalah narsisme akut dalam diri manusia??? :O
NARSISME AKUT???

No comments:

Post a Comment

AWAL MUA GUE SUKA BIGBANG

Selamat siang gaeees selamat berhari minggu. Udah 1 bulan gue gak update kayaknya belum istiqomah sama niat nih wakakakak sebentar muncul s...